Perbedaan Programmer Otodidak dan Lulusan Informatika

April 12, 2009
Pernahkah anda punya rekan yang bisa pemrograman komputer tapi tidak berlatar belakang informatika/sejenisnya? Saya punya. Mulai dari programmer yang copy paste source code sampai dengan yang mampu bikin class sendiri juga ada. Disisi lain saya juga memiliki teman dengan latar belakang informatika namun kemampuan codingnya sama seperti rekan saya yang otodidak, bahkan ada yang mengaku lulusan informatika namun tidak mampu melakukan coding program.Saya punya teman, pintar, logic programmingnya oke, menguasai lebih dari satu bahasa pemrograman selain itu proses codingnya juga cepat. Kalo disuruh misalnya “Gue butuh program bla.. bla.. bla.., elo bisa buat?” dia langsung jawab “Bisa!”. Tapi, giliran disuruh bikin ER Diagram ataupun DFD dia bingung harus mulai darimana.

Lalu timbul pertanyaan saya, kenapa masih ada lulusan informatika bisa dikalahkan oleh orang-orang otodidak dalam pemrograman? sebegitu mudahkah menjadi seorang programmer? apakah hanya dengan mengetahui logika pemrograman dan syntax-nya maka sudah menjadi seorang programmer? Lalu apa yang membedakan programmer lulusan teknik informatika dan yang otodidak?

Berdasarkan pengalaman saya bertemu dengan programmer otodidak, hampir sebagian besar mengerti pemrograman namun tidak diawali dengan belajar teori-teori dasar pemrograman. Biasanya hal itu akan dipelajari sambil berjalan seiring dengan mencoba beberapa baris kode. Sedangkan dalam dunia pendidikan, AFAIK, sebelum coding diharuskan mengerti terlebih dahulu teori-teori dasar seperti misalnya DFD, ER Diagram, bit, Byte dan lain sebagainya, baru nanti akan melangkah ke pemrogramannya.

Jika anda programmer terlepas apapun latar belakangnya tentu pernah mengalami hal-hal seperti dibawah ini :

  • Penggunaan beberapa fungsi-fungsi sejenis yang terkadang membingungkan dalam penggunaannya. Seperti misalnya kapan harus menggunakan str_replace dan kapan menggunakan ereg_replace atau kenapa harus strstr daripada preg_match() dalam PHP?
  • Jika berhubungan dengan field-field database pernahkah penentuan type field berdasarkan alasan yang jelas? Seperti misalnya kenapa harus bigint daripada int atau langsung comot yang paling besar? *mysql style*
  • Kenapa harus ADO daripada DAO untuk melakukan koneksi ke database *Lha, masih pake VB 6.0? =))*

Jujur, untuk hal-hal seperti itu kadang saya harus buka buku lagi, ya maklumlah namanya juga programmer pemula dan otodidak pula *ngeles*.

Berkaca dari contoh kasus diatas, lalu apa yang seharusnya membedakan antara programmer otodidak dan programmer berlatar belakang informatika?

Menurut saya yang memiliki latar belakang informatika harus bisa mengungguli yang otodidak dengan menguasai teori-teori dasar ini. Kemampuan seperti menyusun ER Diagram, DFD, bit, Byte, alokasi memori dan hal-hal lainnya harus bisa dikuasai oleh yang berlatar belakang informatika. Bahkan akan lebih bagus jika programmer berlatar belakang informatika mampu menguasai itu semua namun dapat menjelaskannya dengan bahasa yang mudah dimengerti oleh orang lain. Bukan tidak mungkin programmer otodidak akan mempelajari hal seperti itu mengingat resources pemrograman sangat banyak beredar di internet. Ini tantangan yang akan dialami oleh lulusan informatika khususnya para programmer.

____________________________________________________________________________________________

http://dgk.or.id/archives


definisi desainer secara otodidak

July 17, 2008

autodidact berasal dari dua kata, auto yaitu sendiri dan didactic. orang yang melakukan hal semacam ini adalah orang yang paham dan sadar kalau belajar hanya menggunkan perasaan dan kata hati. Selebihnya trial dan eror, memang sekolah formal itu baru berumur satu abad setelah awal abad revolusi industri di Inggris (1880).

Sebelumnya manusia melakukan kegiatan didaktik mengandalkan orang-orang yang dekat, seperti ayahnya, abangnya dan tetangga-tetangganya. Hingga kini ahli didaksologi independent seperti Ivan illich,  ingin mengembangkan sekolah yang tidak terpaku kepada sekolah formal, bahkan ia melawan gerakan pendidikan formal seperti sekolah umum.

sekolah formal atau tidak itu masalah yang harus di selesaikan dengan ijasah. karena perbedaanya hanya itu. Banyak pula yang memiliki ijasah tapi memiliki otak yang kosong dan tidak mampu untuk melakukan kerja apa -apa. Maka dari itu di sebuah perusahaan ada istilah retraining dan biasanya perusahaan yang sudah maju memiliki satu bagian divisi training.

Disainer yang bebas tidak pernah mempermasalahkan apakah ia sudah memiliki ijasah atau tidak, tapi ia hanya berkarya. Karena itu tanggung jawab dirinya menspesifikasikan hidupnya untuk menjadi Disainer.  Dan mengambil semua konsekuensi yang akan di jalani dalam hidupnya. Seorang disain grafik formal hanya memainkan tiga komponen: teks, grafik/foto, dan warna. Sedangkan disain grafis non formal lebih dari menggunakan tiga komponen itu, bahkan lebih.

milist komvis


3D_globe

July 12, 2008

program interaktif ini Ini sudah di coba run pada vga 128Mb,512 ram, direct 9 hasilnya masih stabil.tapi belom di coba di bawahnya karena keterbatasanfasilitas & waktu.jika anda punya spec
kompi yang lebih rendah di harapkan bisa kasih komentar disini

>>DowN<<